"don't push yourself into relation if you want to be lightweight"ryan bingham - up in the air
kalimat diatas bisa jadi sebuah pembenaran akan ketidaksiapan bertanggung jawab dalam sebuah hubungan. itu tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.
mereka yang melihat hal tersebut sebagai pembenaran biasanya adalah ...
1. orang orang yg beneran lurus ... ya speechless gitulah kalo sama mereka ... itu spesies yang jumlahnya sangat sedikit ... sama sedikitnya seperti jumlah orang orang kelas menengah tak tentu arah kayak saya ... hehehehe
2. orang orang yg sebenarnya bermasalah sama dirinya sendiri tapi melihat cerminan hal itu pada diri orang lain ...
ini jenis yg selalu merepotkan biasanya ... contoh nyatanya adalah para perempuan yang seolah olah dewasa, tapi ternyata mereka membutuhkan ketiak lelaki dalam segala hal untuk menaungi mereka. disini tentu saja hubungan tidak menjadi sesuatu hal yang berjalan dengan menyenangkan akan tetapi menjadi sebuah ikatan rantai dan bola besi. para perempuan jenis ini mereka memberikan intensitas beban tertentu kepada lelaki pasangannya, terkadang beban tersebut melebihi yang mampu dipikul lelaki tersebut. dan setelah ia memberi beban, ia membangun rantai rantai pengikat dan benteng labirin dalam hubungan tersebut, kesemua hanya demi menjaga ego si perempuan itu.
mari dianalisa satu persatu mengenai hubungan jenis ini ...
--> semua orang akan selalu melihat cerminan dirinya pada orang lain, namun mereka yang bermasalah dengan diri sendiri, akan melihat orang lain dengan tata cara ... buruk rupa cermin dibelah ... ini sebuah bentuk mekanisme pertahanan diri dari ego orang tersebut, yg karena dia bermasalah, maka egonya lapar dan terluka
--> ketika seseorang bermasalah, maka dia akan selalu membutuhkan pertolongan dari orang lain ... ini wajar, namun akan menjadi nggak sehat ketika orang lain tersebutlah yang harus menjadi malaikat bagi dirinya ... tidak akan pernah ada masalah selesai jika tidak diselesaikan oleh orang tersebut ... dan sebenarnya ketika dia membutuhkan ketiak ketiak malaikat tersebut, maka sebenarnya seseorang sedang membangun ilusi dalam hubungan sosio-personal bagi dirinya sendiri
--> ego yang lapar dan terluka ditambah ilusi ilusi yang dibangun akan menyebabkan seseorang menjadi sangat merepotkan bagi orang lain, karena ia akan menjadi seperti parasit ... mengambil banyak hal dari orang lain, demi memenuhi kebutuhan egonya yang lapar ... melimpahkan banyak beban kepada orang lain, beban yang semestinya dipikulnya ... sebagai mekanisme tidak sehat untuk menyembuhkan egonya yang terluka (mereka yang selalu playing victim suatu saat akan membuat orang lain menjadi victim)
--> membuat rantai & bola besi serta benteng labirin ... semua orang yang bermasalah akan selalu insecure ... itu sebabnya mereka membangun benteng labirin untuk menjaga egonya agar tidak terluka kembali ... dan ketika ada orang yang berhasil memasuki benteng labirin ego-nya tersebut maka orang tersebut akan diikat dengan rantai dan bola besi yang sangat besar dan berat ... selain agar orang tersebut tidak mampu melukai egonya, juga agar orang tersebut tidak melarikan diri dari hubungan yang telah dibangun
... ... ...
saya cenderung lebih melihat quote dari film up in the air tersebut sebagai suatu bentuk sikap realistis saja menyikapi diri dan kondisi hubungan sosial personal
dulu ... saya adalah tipikal orang yang juga bermasalah ... itu sebabnya ketika saya menjadi serius sama sebuah hubungan, biasanya selalu gagal total berantakan
tapi saya juga tipikal lelaki yang selalu didatangi perempuan perempuan bermasalah ... mulai dari mahasiswi trisakti sampe pekerja kreatif mnc ... mulai anak orang kaya yang doyan hura hura sampe perempuan bergelar s2 yang sehari harinya tetep gak jadi apa apa ... para perempuan bermasalah ini dalam ilusinya melihat saya seperti koboi yang bebas dan tidak banyak menuntut (sehingga aman untuk diapa apain aja), ataupun lelaki kelas pekerja yang tangguh (jadi bisa seenaknya dikasih beban masalah dan kalo ditinggal akan dianggap gak pa pa), bahkan hingga dianggap seperti pria pria hangat dan empatik (ya ego yang terluka akan selalu tertarik kepada kucuran empati)
nope ... saya tidak sedang playing victim, karena saya sekarang mampu melihat masa lalu tanpa kemarahan ... semua masalah masalah inti dalam hidup saya sudah saya lepaskan ... sekarang saya mampu berdamai dengan kekinian
kembali lagi pada quote diatas ...
saya bisa melihatnya serealistis dan sepositif itu karena ...
jika kita mengibaratkan hubungan sebagai tas ransel seperti dalam film up in the air, maka yang akan saya masukkan kedalam tas ransel tersebut adalah orang orang yang sangat dekat dengan diri saya saja ... benar benar dekat ... dan kalo saya bilang orang, berarti bukan masalah ... i brought closest people in my relationship, not their problems ... dan jika ternyata orang orang itu tidak mampu melihat hal tersebut, maka untuk apa kita "membawa" mereka dalam kehidupan kita ... karena hubungan itu secara timbal balik haruslah seimbang dan mutualis maka jika menyimpang akan menjadi gak sehat ... hehehehe
cukup realistis bukan ?
mungkin banyak yang bakalan bilang ... hubungan seperti ini bersifat dingin dan kurang emosi, less dramatic atau non empathical
dingin ? ya ... memang ... toh semua logika yang berhasil mengendalikan emosi juga dingin ... dan semua perasaan yang berhasil melangkah keluar dari kenaifan juga bersifat dingin ... jadi ya udahlah ya
less dramatic ? hidup udah dramatis ... so ... no more drama queen please
non empathical ? bukankah manusia jaman sekarang juga udah non empathic ... karena kalo emang benar benar empatik, saya yakin bakalan berkurang jumlah anak anak kecil yang keleleran di jalanan ... jadi kadang kadang, empati itu emang gak diperlukan jika hanya memanjakan sifat sifat merugikan
... ... ...
saya sendiri mampu bersikap seperti ini karena ...
saya mendengarkan secara lebih dalam mengenai rasa sakit dalam masa lalu saya. karena secara logis, hanya rasa sakitlah yang mampu berbicara jujur mengenai apa saja yang dibutuhkan untuk kesembuhan diri
untuk mampu mendengar rasa sakit dibutuhkan kejujuran dan kebesaran hati.
saya memiliki keduanya ... dengan tidak mudah tentunya, bertahun tahun mengumpulkannya, penuh perjuangan dan proses.
namun tentu saja ... tidak banyak orang mengetahui hal tersebut
mereka hanya menginginkan kesembuhan diri secara instan, sehingga yang terjadi adalah eskapisme
dan ketika berusaha mendengarkan rasa sakit, maka yang terjadi adalah mereka mendengarkan penuh pretensius ... karena selalu berpikir bahwa pretensiusitas selalu menyembuhkan ego yang terinjak injak ... malesin ... hahahaha
(dititik ini, akhirnya saya berpikir bahwa para seniman, penulis, filmmaker, ataupun musisi yang pretensius itu sebenarnya adalah orang orang dengan ego terluka dan dengan tingkat kepercayaan diri rendah ... no offense guys ... it's natural law)
... ... ...
tidak mudah memang menjadi seseorang yang cukup "sehat" secara mental
seseorang yang mampu be present in time dan hidup damai dalam kekinian
namun itu semua bisa dimulai dengan pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur ...
"apa yang sebenarnya paling kita inginkan dalam hidup ?"